MUI Gelar Tasyakuran Setengah Abad di Jakarta, Dihadiri Tokoh Nasional dan Ulama Terkemuka
Jakarta, 28 Juli 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati setengah abad (50 tahun) berdirinya organisasi tersebut. Acara ini berlangsung di Gedung MUI Pusat, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, ulama terkemuka, pejabat pemerintahan, serta perwakilan ormas Islam dari seluruh Indonesia.
Tasyakuran ini mengusung tema “Menguatkan Peran Ulama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Memajukan Umat”, mencerminkan komitmen MUI dalam merespons dinamika zaman sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum MUI KH. Anwar Abbas. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya peran ulama sebagai penjaga moral bangsa.
“Lima puluh tahun bukan waktu yang singkat. Ini momentum untuk memperkuat kontribusi MUI dalam membimbing umat dan menjembatani antara pemerintah, umat Islam, dan seluruh elemen bangsa,” ujar KH. Anwar Abbas.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, yang juga merupakan mantan Ketua Umum MUI. Dalam sambutannya, Wapres mengapresiasi kiprah MUI selama ini dan berharap agar MUI terus menjadi rujukan umat dalam berbagai persoalan keagamaan dan kebangsaan.
Selain itu, sejumlah tokoh lain yang hadir antara lain Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, serta pimpinan ormas seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, dan lainnya.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara ini, antara lain:
- Peluncuran buku “50 Tahun MUI: Jejak dan Kiprah”
- Pameran foto perjalanan MUI sejak 1975 hingga 2025
- Diskusi kebangsaan bertema “Ulama dan Masa Depan Indonesia”
- Doa bersama dan tausiyah kebangsaan
- Penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam penguatan peran MUI
Tasyakuran ini juga menjadi ajang silaturahmi besar para ulama dari berbagai provinsi, sekaligus memperkuat sinergi antar-lembaga keislaman di tengah tantangan zaman modern.
Acara ditutup dengan makan malam bersama dan penampilan seni Islami yang menampilkan kolaborasi budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
